Minggu, 03 Oktober 2010

kartul gue? apakabar!!

gue. belom. nyelesein. kartul.

sial banget. besok dikumpulin. GUE NGGAK NGERTI GIMANA CARANYA NYELESEIN KARTUL. elah. duh. malesnya lagi kumat lagi. tolong saya. yang baik yang ganteng yang cantik yang imut-imut. bantu saya bikin kartul dong!

so sad. bingung jadinya :(

aku, dan mimpiku :D

"aku adalah seorang penulis."

aku mengucapkannya dengan sungguh-sungguh. didepan sebuah kaca yang memantulkan gambaran wajahku dengan jelas. kata itu dengan jelas aku ucapkan, dan nada tegas tergambar dari refleksi wajahku. aku mendesah. ah, ingin sekali aku bisa merealisasikan kata-kataku itu.

lalu, aku meng-introspeksi diriku sendiri. aku ingin jadi seorang penulis? dengan kosakata yang masih sedikit dan eksplorasi kata-kata yang tidak luas? seperti mimpi saja. ditambah lagi mood yang sering datang dan pergi. seharusnya, sehari aku bisa membuat empat sampai lima halaman. namun karna mood yang nggak menentu, terpaksa ide-idenyang berseliweran di otakku ini hanya terealisasikan dengan puisi-puisi yang tentu, jumlah halamannya nggak sebanding dengan ketika mood sedang bagus.

sebal, memang. terkadang ingin rasanya menghilangkan sifat moody itu dan menggantinya dengan sifat rajin. karna ini berdampak pada kebiasaanku yang suka.... ehm. males belajar (jangan ditiru, ok?) hehe.

senyum. semangat. aku suka bahasa indonesia, terlebih dalam merangkai kata-kata. aku memiliki ketertarikan tersendiri jika sudah bergulat dengan permainan kata. merangkai kata menjadi indah, atau mengubahnya menjadi bahasa yang baik dan benar. aku bisa, karna aku suka :)


do what you love, love what you do :D




sumthin' new in my life

01-10-2010

kenapa dengan tanggal itu? gapapa sih. hehe. biasa aja. iseng, lho?? kok ngga jelas si dar.. -,-

aku, kamu, hujan, dan persahabatan kita

hujan semakin deras. aku menatapmu dengan ragu. "haruskah keputusan ini yang kuambil?" tanyaku perlahan, nyaris terdengar seperti berbisik. "terserah kamu. ikuti kata hatimu, jangan perdulikan aku. pentingkanlah kebahagiaanmu." jawabmu sembari tersenyum. ah, indahnya. kamu berada disampingku, dan kita berpegangan erat selama hujan turun dengan derasnya. aku berbisik, "aku mau pilih kamu, tapi aku nggak tega nyakitin dia.." kamu terbelalak. kaget, mungkin. "lho? kok aku?" tanyamu heran. aku tersenyum. "aku, nggak mau kamu pergi. aku mau kamu disini, sama aku. tapi aku takut. takut jika aku memilih kamu, kalau suatu saat ada masalah diantara kita dan hubungan kita rusak, aku nggak mau persahabatan kita jadi korbannya.." kamu diam, matamu tampak menerawang jauh. "aku gak tau. aku gak tau harus gimana. aku.. masih suka sama kamu." ah, kamu mengucapkannya tanpa menatap langsung ke mataku. malu, eh?

akhirnya kita sama-sama terdiam. mungkin sudah mengerti satu sama lain, dan kata-kata itu tak perlu lagi terucap udara dingin berhembus, terasa menusuk tulang. dingin sekali rasanya. kamu melepaskan genggaman tanganmu pada tanganku, lantas melepas tasmu. mengambil jaket yang tersimpan didalamnya. "ini, pakai aja. aku nggak terlalu kedinginan kok. kamu keliatan kedinginan sekali." katamu, sembari membungkusku dengan jaket putihmu itu. "terimakasih. lain kali kubalas kebaikanmu ini, entah dengan apa." aku menatapmu, mengucapkan kata itu dengan sungguh-sungguh. tapi kamu malah terdiam. ada apa denganmu? kamu terlihat ragu, tak percaya dengan kata-kataku?

"itu, dia datang." katamu padaku. kutatap wajahmu. rahangmu tampak mengeras, dan tangan besarmu mengepal. "katakan padaku, jika suatu hari nanti dia menyakitimu lagi." kamu berkata dengan tegas dan tampak sungguh-sungguh. aku menatapmu bingung. dengan segera, kamu pergi. meninggalkanku sendiri disini. membiarkanku disini, menantinya tanpa kamu.

entah kenapa tiba-tiba rasa kangenku berubah menjadi nyata. menyergapku dalam ketidakberdayaan. seketika tubuhku lemas dan tak berdaya. entah ini nyata atau hanya ilusiku. tapi rasanya aku tanpa kamu, bukanlah seorang aku.

akhirnya dia datang. memelukku dengan penuh sayang. namun aku? hanya bisa terdiam. masih teringat jelas bayanganmu mendadak hilang dibalik hujan lebat yang melanda jakarta barusan ini. dan seketika, aku melepaskan pelukannya. berlari menuju ke arahmu. berlari meuju cinta.

dan kamu tak kutemukan. aku bagai tersesat dalam titian asa yang merunut hampa. dan aku akhirnya berhenti sejenak. bayangannya masih jelas terlihat disana. seakan menantiku untuk kembali. tapi aku? bertekad untuk tetap berlari mengejarmu. kemanapun kamu pergi.

dan akhirnya aku menemukanmu. sendiri, di bawah hujan yang menaungi kita berdua. seketika rasanya kegembiraanku membuncah. dadaku sesak dan kebahagiaanku tumpah. ingin rasanya aku memelukmu dan takkan lepaskanmu lagi. aku berlari kearahmu, dan kamu memelukku. seakan kamu sudah menantiku untuk berada disisiku lagi. "aku tau, persahabatan kita memang yang utama. tapi aku nggak bisa bohongin diri aku, kalau rasaku ini bukan sekedar sahabat biasa" kamu menatap mataku dan mengatakan kata-kata itu. rasanya aku ingin terbang, membagi kebahagiaanku bersama awan-awan gelap yang sedang menangis. "aku tau. tapi.." aku menggantungkan kata-kataku. "tapi?" cecarnya segera. "tapi aku juga ngerasain hal yang sama dengan kamu. hehehe" aku tertawa. dia malah merengut. "kamu bikin aku deg-degan tadi." "aku bercanda! " balasku segera. dia tersenyum. ah, aku sangat menyukai senyumnya. "makasih, udah mau sahabatan sama aku. entah kenapa sejak ada kamu, aku bisa ngerasain kebahagiaan yang dulu nggak pernah aku rasain.." lalu dengan satu gerakan sigap, ia memelukku. dalam diam, kurasakan hangat dekapannya. air mataku mulai menetes. "maaf, aku sempat kecewakan kamu dengan memilih dia. makasih, udah mau jadi hal yang indah buat kukenang suatu saat nanti" jawabku, setengah terisak. "maafin aku juga. aku sempet bikin kamu kecewa." dan aku mengangguk samar. tetesan hujan kurasa semakin deras. dan aku, menanti matahari disini bersamanya. hanya bersamanya.

dedicated to my wafer. andai aku bisa melukiskan senyum lagi diwajah manismu :)

hurts :(

today i feel so bad. wanna cry, but i cant. i really really miss you boy. dunno what to do. just thinking of you, all the time.

rain fell slowly and i just transfixed. see the water drops and i feel so lonely. wind guts make me feel more calm, and the handphone is ringing.

beep beep. i see who sent me a message. hope that's was you, my sunshine after the rain. but.. damn. that's not you.

slowly, i invert my body, and cry.

dunno why, it feels very sore.

Sabtu, 02 Oktober 2010

aku ada

Aku berdiri di batas dua dunia

Merasakan semilir angin membelai rambutku dengan perlahan.

Hembusan udaranya membawaku pada tingkat kedamaian yang sempurna

Dan kurasakan oksigen mengisi penuh rongga dadaku, membuatku sedikit sesak

Perlahan, ku pejamkan mataku

Debur ombaknya membawaku pada khayalan yang tak sempat terwujud,

Desis anginnya menusuk kulit, dan dinginpun menjumpaiku dengan polosnya.

Dan akhirnya kubuka mataku perlahan.

Aku tersadar.

Perlahan berjuta rasa menyeruak dan meminta untuk dibebaskan

Dadaku berdegup kencang, tak lagi bisa menahan semua gejolak rasa ini.

Dan sebutir air matapun jatuh di pipiku.

Aku berlari menuju laut, tak peduli hari berangsur gelap

Aku berlari, sampai akhirnya ombak menghempaskanku lagi ke daratan.

Lagi, dan lagi.

Akhirnya aku berhenti, terduduk di atas pasir dan menangis:

Melukiskanmu saat senja, memanggil namamu ke ujung dunia

Tiada yang lebih pilu, tiada yang menjawabku.

Selain hatiku dan ombak berderu

Di pantai ini kau selalu sendiri

Tak ada jejakku disisimu.

Namun saat ku tiba, suaraku memanggilmu

Akulah lautan kemana kau slalu pulang

Jingga di bahuku, malam didepanku

Dan bulan siaga sinari langkahku

Ku terus berjalan , ku terus melangkah

Ku ingin ku tahu, engaku ada.


Memandangimu saat senja, berjalan di batas dua dunia

Tiada yang lebih indah, tiada yang lebih rindu

Selain hatiku, andai engkau tau

Di pantai itu kau tampak sendiri

Tak ada jejakku disimu

Namun saat kau rasa pasir yang kau pijak pergi

Akulah lautan memeluk pantaimu erat

Teruslah berjalan, teruslah melangkah

Ku tau, kau tahu

Aku ada.


(rerinspirasi dari lagu dewi lestari-aku ada)