Selasa, 08 Maret 2011

menjamu rindu di arakan senja.

sore ini mentari beringsut pelan dari peraduannya. langit mulai kelam.
aku masih terduduk di teras dengan secangkir teh hangat di meja. menanti sesuatu yang tak pasti.

aku mendesah pelan. aku ingin melepaskan semua ini! sementara raga dan jiwaku melekat pada peristiwa itu. persitiwa dua tahun yang lalu. yang hingga kini menyisakan perih yang tak kunjung mereda.

satu penyesalanku: kulepaskan engkau bersama langit senja dan hembusan angin malam.

lelahku menangis. lelahku mengiba. lelahku mengharap.

aku selalu percaya selalu ada kesempatan bagi jiwa-jiwa rapuh yang haus akan cinta. yang lelah menangis, mengiba, mengharap. kesempatan bagi seorang seperti aku.

kunanti, namun tak kunjung kutemui.

kemana engkau, langit fajarku? tak kutemukan kau diarakan senja, pun diantara desahan angin pagi. sakit hatikah engkau, langit fajarku? kusesali segala perkataanku yang menyakiti hatimu. menyesalkah engkau mencintaiku, fajarku? sementara aku setia mencintaimu meski tak kutemukan lagi jejak bayangmu.

lain hal yang kusesali: aku mencintaimu, ketika bayangmu tak lagi dapat kutatap. ragamu tak lagi dapat kusentuh.

aku mencintaimu,

ketika kamu sudah jauh melangkah dan tak sempat kugapai lagi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar