Selasa, 01 Desember 2009

love

Bayangkan bila esok tiada lagi
Apa yg kan kau berikan kepada cintamu
Bisikan semua isi hatimu....
Bayangkan hari ini kan berakhir
Berikan pelukan terakhir penuh oleh cinta
Jangan lepaskan tanganmu...

Bila waktu tlah usai,ku ingin ada dalam pelukmu
Bila waktu tlah habis,ku ingin ada dalam dekapanmu

wahai engkau yang kupuja..
Dekap aku,peluk aku,jangan kau lepas
Dia seperti penerang malamku
Dia seperti penyejuk siangku
Dia tak ku sangka dia balas pandanganku
Dia begitu jauh di mataku
Dia begitu jauh di jantungku
Dia tak ku sangka dia balas senyumanku
KAMI saling pandang tanpa bicara
Sepertinya dia tau apa di hatiku tertera
Dan waktu saat itu sungguh mengerti aku
Dan dia berlalu tanpa tau perasaan aku

Aku cukup tau dia dari sini saja
Aku cukup lihat dia dari sudut sini saja
Dan aku sudah bahagia seperti ini
Dan dia sudah sempurna
Masih terasa indah dlm jiwa saat kita bersama untuk satukan rasa
Tertawa bahagia lepaskan semua waktu kita tuliskan cerita ttg kita
MENGAPA semua menghilang,menjauh
Terasa hampa hidupku dlm angan ku
Dan aku tak akan mengerti,walaupun hingga nanti
Namun takkan aku sesali SAMPAI MATI,
Terlalu banyak waktu yg tlah terbuang hanya untuk berharap dan bertanya
Saat airmata,membasahi bumi
Yg tak akan bisa,menghapus sang pedih,
Biarlah,biarlah semua,berlalu seperti waktu
Dan kini hadapi semua walaupun itu perih
Ini bukan akhir dunia,dan bukan segalanya
Janganlah berhenti,sampai akhir nanti...

Tak usah kau sesali
Dan tak perlu kau tangisi
Semua yg kan pergi
Walau tinggalkan perih
Biasanya ku pelipur laramu
Biasanya ku hapus airmatamu
Kukatakan semua akan baik2 saja
Namun saat ini saat ku jatuh dalam hidup ku

Kubutuh dirimu berbagi bebanku
Temani diriku lalui saat ini
Katakan padaku semua kan berlalu
Dekaplah diriku saat ini ku rapuh

Biasanya ku tak pernah goyah,biasanya ku tetap tegar
Kumampu hadapi rintangan menghadang
Namun saat ini saat ku jatuh dalam hidupku
Duka tak perlu dipelihara.
Bila kau merawatnya.
Ia kan jadi gurita.
Dengan belalai sejuta.

Sesaat boleh duka.
Lalu segera musnahkan.
Selalu jaga hati.
Dan teruslah obati.

Hatimu bisa luka.
Tak perlu merana.
Lupakanlah semua.
Hidup jadi bahgia.

Titik noda abaikan.
Hiaskanlah senyuman.

Hidup tanpa sahabat
Bagai malam tak berbintang.
Ia bukan memberi terang.
Tapi memberi indah.

Susah senang berbagi.
Hati kosong kan terisi.
Jiwa hampa teratasi.
Ya ya ya ria pasti

Carilah sahabatmu
Ke seluruh penjuru.
Jadikan ia murid dan guru.

Persahabatan tak putus.
Jauh dekat bersama.
Bila isi dunia.
Semua bersahabat
Dalam kerinduan pada khayalku
Terselip secarik harap kelabu
Mengiris nadi perih beraroma sembilu
Menyayat dalam menorehkan parut luka
Pada sebuah kenangan antara jahat dan cinta
Yang tak pernah tuntas terselesaikan.

Aku terpana pada dua pilihan
Putih atau hitam
Ada sakit yang tak pernah hilang
bergandengan mesra bak sahabat
pada titik hitam manis padu.
Mengapa aku tak boleh memilih
untuk mempersandingkan salah dan benar
pada pelaminan mempelai kasih.

Pernah kurawat rumput liar berbunga indah
di taman tepi jalan.
Tanpa keharuman....
Tanpa pagar cinta...
Hanya ada kasih.
Tap kini berselimut debu nestapa'

Pancaran cintanya tak mampu menepis nodanya
Kelembutan embun pagi tak lagi berdaya memujanya'
Sirnalah indahmu
Pucatlah serimu
Diterpa terik sang mentari

Oh rumput liar di tepi jalan..
Jangan biarkan bunga indahmu terkulai dalam terkaman
Beri aku sekilas warnamu
Walau dalam pangkuan kehampaan.
Andai hidup yang singkat ini bisa kita buat lebih indah,
mengapa kau habiskan dengan banyak tangisan?
Andai ia dapat dipermudah,...
mengapa harus dipersulit?
Andai aku dapat memahamimu,
kenapa engkau tidak coba mengerti aku?
Andai ia tak ada lagi di sisimu,
Jadikan yang lain penggantinya.
Walau detik yang berlalu tak dapat diulang,
buatlah hari ke depan lebih indah lagi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar